Mohon tunggu...
Penyakit bawaan makanan dapat menyebabkan penyakit serius dan
terkadang mengancam jiwa, terutama pada populasi yang rentan seperti anakanak,
orang tua, dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Memastikan keamanan
pasokan makanan sangat penting untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan
konsumen. Selain itu, penyakit bawaan makanan juga dapat berdampak ekonomi
yang signifikan, baik dalam hal biaya perawatan kesehatan maupun hilangnya
produktivitas. Wabah penyakit bawaan makanan juga dapat berdampak negatif pada
kepercayaan dan kepercayaan konsumen terhadap pasokan makanan, yang dapat
menimbulkan konsekuensi ekonomi jangka panjang bagi industri makanan.
Disamping itu, memastikan keamanan pangan sangat penting untuk perdagangan
internasional produk makanan
Ada beberapa risiko keamanan pangan yang dapat menyebabkan penyakit
bawaan makanan atau masalah kesehatan lainnya pada konsumen. Beberapa risiko
paling umum terhadap keamanan pangan meliputi: 1) Bahaya biologis: merupakan
bahaya yang berasal dari mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, parasit, dan jamur
yang dapat mencemari makanan dan menyebabkan penyakit pada manusia, seperti
cemaran Salmonella, E. coli, Campylobacter, dan Lysteria. 2) Bahaya kimia: bahaya
ini termasuk zat beracun seperti pestisida, logam berat, dan bahan tambahan
makanan yang dapat mencemari makanan dan menyebabkan penyakit atau masalah
kesehatan lainnya pada manusia. 3) Bahaya fisik: bahaya ini termasuk benda asing
seperti kaca, logam, atau plastik yang dapat mencemari makanan dan menyebabkan
cedera atau penyakit pada manusia. 4) Allergen: Allergen makanan seperti kacang
tanah, kacang pohon, susu, telur, dan kerang dapat menyebabkan reaksi alergi yang
parah pada beberapa individu, dan penting untuk mencegah kontak silang dengan
alergen ini selama produksi, pemrosesan, dan persiapan makanan. (Januar Andi
Lastanto, 2023)